Tel: (021) 7579 1377      Email: sekr-ptpsw@bppt.go.id

Berita

Perkembangan Kondisi Anomali Laut-Atmosfer Saat Ini

la nina

Perkembangan Kondisi Anomali Laut-Atmosfer Saat Ini (Rabu, 23 September 2020)

Kondisi anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik memperlihatkan bahwa telah terjadi La Nina sejak satu bulan  yang lalu dengan kekuatan sedang (Moderate La Nina) dan kecenderungan akan memasuki fase La Nina dengan kekuatan yang akan mencapai puncaknya (Strong La Nina) diduga pada akhir bulan Desember 2020. Sementara itu, di perairan Hindia kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) telah berada pada fase negatif dan diduga akan semakin menguat negatif. Kondisi ini selaras dengan hasil analisis Emphirical Orthogonal Function (EOF) suhu permukaan laut pada Mode-03 dengan data satu kali diatas standar deviasi anomali suhu permukaan laut baik di Samudera Pasifik dengan La Nina-nya dan IOD dengan fase negatifnya di Semudera Hindia (Gambar 1). Kondisi ini dikuatkan pula oleh pernyataan status perkembangan iklim ekstrim oleh Bureau of Meteorologu/BoM - Australia yang menyatakan hal yang sama. Kondisi ini akan berdampak langsung di wilayah Indonesia dan sekitarnya yaitu terjadinya anomali iklim ekstrim dengan meningkatnya curah hujan yang diduga puncaknya terjadi pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021. Dugaan ini didasari dari hasil analisis anomali Outgoing Longwave Radiation/OLR (Gambar 2) dan anomali curah hujan dengan anomali datanya pada satu kali diatas standar deviasi di Mode-3 EOF (Gambar 3). Wilayah yang akan mengalami peningkatan curah hujan dari kondisi normalnya umumnya berada di sebelah Selatan ekuatorial yaitu Pulau Jawa, Bali, Lombok, NTB dan NTT.
Hasil analisis ditulis oleh Andri Purwandani (Staf PTPSW-BPPT)

Pegawai Berprestasi BPPT 2020

 

WhatsApp Image 2020 08 24 at 12.36.26Pada peringatan puncak HUT BPPT Ke-42 Tahun kemaren, salah satu Doktor di PTPSW terpilih sebagai.

Ialah Dr. Agustan sebagai peneliti utama di PTPSW yang aktif dalam melakukan kajian dan publikasi serta berperan sebagai Kepala Program (KP) di salah satu kegiatan tahun ini.

Selamat kepada Dr. Agustan. Semoga semakin sukses, dan dapat terus memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa.

#HUTBPPT
#BPPTSolidSmartSpeed
#teknologiuntukindonesia
#PTPSW_TematikIntegratifSpasialDinamis
#ptpsw
#ptpswbppt

42 Tahun Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Dirga bPPT12

#Repost

Kepala BPPT Hammam Riza menyampaikan dengan lahirnya UU No. 11 Tahun 2019 tentang Sisnas Iptek yang ditandatangani Presiden pada 13 Agustus 2019 menjadi tonggak sejarah penting dalam konteks pembangunan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi di Indonesia.

Hammam menuturkan, bahwa UU Sisnas Iptek semakin memperkokoh perlunya lembaga pengkajian dan penerapan teknologi. BPPT sebagai lembaga pengkajian dan penerapan teknologi, mempunyai tujuh peran strategis yaitu: perekayasaan, audit teknologi, kliring teknologi, alih teknologi, intermediasi teknologi, difusi IPTEK dan komersialisasi teknologi.

Di usia ke-42 sebut Hammam, BPPT dengan bangga mempersembahkan terobosan baru produk inovasi dari TFRIC-19 yang terdiri dari RDT iCOVID-19, Bahan Baku RDT Protein Rekombinan, Biosensor SPR, PCR Test Kit multiplex Biocov-19, Aplikasi Artificial Intelligence (KA) COVID-19 berbasis Citra medis Xray dan CT-Scan, 2 Data Whole Gnome Sequence yg diakui Global, dan Mobile Laboratory BSL-2 Next Generation.

BPPT juga berperan penting dalam melaksanakan dan mendukung Program Prioritas (Flagship) Riset dan Inovasi Nasional dan Penugasan Nasional melalui pengkajian dan penerapan teknologi Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina TEWS), Puna Male “Elang Hitam”, Garam Industri Terintegrasi, PLT Panas Bumi, PLTSa, PLT Biogas, Charging Station untuk KBL, Peningkatan TKDN, SPBE, Pengolahan Sampah dan Limbah, Bahan Baku Obat, Teknologi Tepat Guna Pangan dan disrupsi frontier technology masa depan.

BPPT terus berupaya menjalankan amanat UU Sisnas Iptek, sebagai lembaga pengkajian dan penerapan yang berfungsi untuk menguasai teknologi,  meningkatkan pendayaagunaannya, bertanggung jawab menghasilkan inovasi dan mendorong keberhasilan penerapannya, pungkasnya.

Sumber: https://www.bppt.go.id/layanan-informasi-publik/4005-usia-42-tahun-bppt-terus-berinovasi-untuk-kemajuan-bangsa-i

Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Akhir Kerangka Sampel Area (KSA)

   

       3

      Kamis(21/11/2019)  tim Kerangka Sampel Area (KSA) BPPT bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kegiatan penyusunan laporan akhir kegiatan KSA 2019. Bapak Hermanto selaku Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, menyatakan bahwa BPS sedang mendorong kegiatan ini untuk diagendakan ke dalam agenda Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan juga kegiatan KSA sudah dipublikasikan pada konferensi luar negeri sehingga beberapa negara tertarik untuk belajar KSA. Pada kesempatan ini Bapak Heri Sadmono selaku koordinator kegiatan KSA BPPT juga memaparkan rencana kegiatan  transisi KSA dari BPPT ke BPS. Rencana kedepannya untuk kegiatan ini perlu dibuat dashboard yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan para penentu kebijakan dalam bidang pertanian misalnya penentuan kebutuhan pupuk dan benih. Harapannya akan ada kelanjutan implementasi metode KSA yang akan di inisiasi di tahun 2020 dan pemutakhiran segmen jagung serta komoditas lain menggunakan KSA

Kerangka Sampel Area (KSA) Komoditas Jagung di Provinsi Nusa Tenggara Timur

       2a

 Foto besama di depan Kantor BPS Manggarai Barat

    Kegiatan monitoring KSA Komoditas jagung ini merupakan bagian dari kegiatan Pembangunan Kerangka Sample KSA Komoditas Jagung dan Uji implementasi KSA Jagung dan untuk monitoring kali ini dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Monitoring dilakukan terlebih dahulu dengan melakukan pengecekan hasil amatan yang sudah dilakukan oleh para Petugas Pencacah Sample (PCS) pada survey KSA bulan September 2019. Para PCS melakukan pengamatan, pencatatan dan pelaporan fase tumbuh jagung di segmen yang sudah ditentukan. Secara umum informasi pencatatan tediri atas, fase tumbuh jagung (kode 1 sampai kode 8), kode 9 adalah kode untuk lahan pertanian yang ditanami bukan jagung dan kode 10 adalah titik amat berupa bukan lahan pertanian seperti rumah, jalan, hutan dan sebagainya.

     Hasil pengamatan pada bulan September 2019 sebanyak 50% segmen di Prov NTT menunjukkan hasil amatan berupa fase tumbuh jagung. Monitoring saat ini dilaksanakan di Kabupaten Manggarai Barat kabupaten paling barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil diskusi dengan para staf seksi Statistik Produksi, Pak Heri, Pak Siprianus Jehadun menginformasikan bahwa saat ini sebagian besar lahan jagung di Kabupaten Manggarai Barat belum ditanami karena masih kemarau.

         Hasil pengamatan survei sebelumnya di Manggarai Barat ini terdapat 40 segmen jagung dimana hanya 18 segmen yang memberikan informasi fase tumbuh jagung, sisanya berkode 9 dan 10.  Ada dua segmen dimana keempat sub segmennya berkode 10 yang terdapat di Kecamatan Lembor, informasi yang diperoleh segmen tersebut salah sasaran karena terjadi pergeseran usulan koordinat dari yang diperoleh di lapangan.

        Tim Monitoring melakukan pengamatan ke Kecamatan Komodo, Boleng, Mbeliling dan Lembor antara tanggal 15 – 19 November 2019. Hasil pengamatan lapangan, beberapa segmen perlu dilakukan pergeseran pada lokasi lahan jagung. Beberapa wilayah masih menunggu hujan turun untuk ditanami jagung seperti di Kecamatan Boleng, walaupun di bagian lain di kecamatan ini jagung sudah mencapai fase generatif. Di Kecamatan Lembor yang merupakan sentra produksi beras di Kabupaten Manggarai Barat lahan sawah sudah masuk fase pengolahan lahan sampai vegetatif akhir, tetapi telihat belum ada tanaman jagung yang ditanam. Di Kecamatan Komodo ditemukan tanaman jagung yang baru V1 sekitar 1 minggu baru ditanam.

         Aplikasi KSA jagung disematkan pada perangkat android membimbing untuk menuju lokasi segmen. Kode 9 yaitu lahan tanaman pangan yang tidak ditanami jagung hasil survey sebelumnya kemungkinan akan ditanami jagung bila hujan mulai datang, dan bisa pula terjadi bahwa lokasi segmen tersebut jatuh pada lahan pertanian lainnya seperti padi.

Subcategories

Statistik Pengunjung

1.png4.png6.png7.png9.png1.png
Today137
Yesterday127
This week264
This month2579

Hubungi Kami

Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya Wilayah (PTPSW) - BPPT 

Gedung Geostech 820 Kawasan Puspitek Serpong

Telp. 021.75791377, 021.75751379; Ext. 9025/4404

Fax. 021.75791401

    logo iso qm